<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>infolalulintas.com Blog</title>
	<atom:link href="http://blog.infolalulintas.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.infolalulintas.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Oct 2011 03:35:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Rambu Lalu Lintas &amp; Marka Jalan</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/10/24/rambu-lalu-lintas-marka-jalan/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/10/24/rambu-lalu-lintas-marka-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 02:49:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dita Firdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin banyak diantara kita yang merasa bisa mengendarai kendaraan bermotor dengan baik, entah beroda dua, tiga atau lebih. Tapi sesungguhnya berapa dari seluruh pengemudi kendaraan bermotor yang punya SIM yang mendapatkannya melalui jalur yang benar? Bukannya hendak menuduh, tapi pasti lebih dari 50% yang punya SIM mendapatkannya melalui jalur cepat atau lewat Calo. Well, sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Mungkin banyak diantara kita yang merasa bisa mengendarai kendaraan bermotor dengan baik, entah beroda dua, tiga atau lebih. Tapi sesungguhnya berapa dari seluruh pengemudi kendaraan bermotor yang punya SIM yang mendapatkannya melalui jalur yang benar? Bukannya hendak menuduh, tapi pasti lebih dari 50% yang punya SIM mendapatkannya melalui jalur cepat atau lewat Calo.</p>
<p style="text-align: justify">Well, sebenarnya pengenalan mengenai Rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan ini sudah diberikan ketika kita SMP, setidaknya ketika saya SMP saya sempat mendapatkannya. Untuk sekedar menyegarkan ingatan kita, berikut Rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan yang seharusnya kita ketahui dan ingat dengan baik bentuk dan artinya,  semua itu toh untuk kebaikan dan ketertiban kita sendiri ketika berkendara di jalan raya, selain itu agar terhindar dari Tilang yang tidak perlu :p</p>
<p style="text-align: center"><a href="http://blog.infolalulintas.com/2011/10/24/rambu-lalu-lintas-marka-jalan/rambu-marka1/" rel="attachment wp-att-326"><img class="size-full wp-image-326 aligncenter" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/10/rambu-marka1.png" alt="" width="335" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://blog.infolalulintas.com/2011/10/24/rambu-lalu-lintas-marka-jalan/rambu-marka2-2/" rel="attachment wp-att-328"><img class="aligncenter size-full wp-image-328" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/10/rambu-marka21.png" alt="" width="325" height="384" /></a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://blog.infolalulintas.com/2011/10/24/rambu-lalu-lintas-marka-jalan/rambu-marka3/" rel="attachment wp-att-329"><img class="aligncenter size-full wp-image-329" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/10/rambu-marka3.png" alt="" width="300" height="361" /></a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://blog.infolalulintas.com/2011/10/24/rambu-lalu-lintas-marka-jalan/rambu-marka4/" rel="attachment wp-att-330"><img class="aligncenter size-full wp-image-330" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/10/rambu-marka4.png" alt="" width="300" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://blog.infolalulintas.com/2011/10/24/rambu-lalu-lintas-marka-jalan/rambu-marka5/" rel="attachment wp-att-331"><img class="aligncenter size-full wp-image-331" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/10/rambu-marka5.png" alt="" width="276" height="480" /></a></p>
<p style="text-align: justify">&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Image courtesy: <a href="http://www.tmcmetro.com">TMC Polda Metro</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/10/24/rambu-lalu-lintas-marka-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>EcoDriving Cara Menghemat BBM</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/08/18/ecodriving-cara-menghemat-bbm/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/08/18/ecodriving-cara-menghemat-bbm/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Aug 2011 21:21:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dita Firdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=315</guid>
		<description><![CDATA[Harga BBM terus melambung ke langit, sedangkan Jalanan tambah macet, dan kendaraan makin boros. Sebenarnya ada suatu cara yang dinamakan EcoDriving yang bertujuan menghemat penggunaan bahan bakar. Apakah EcoDriving itu? EcoDriving artinya cara cerdas dalam mengemudi dan lebih hemat dalam menggunakan bahan bakar. EcoDriving mewakili budaya mengemudi baru yang memaksimalkan penggunaan teknologi kendaraan canggih, serta meningkatkan keselamatan di jalan raya. Selain itu juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">Harga BBM terus melambung ke langit, sedangkan Jalanan tambah macet, dan kendaraan makin boros. Sebenarnya ada suatu cara yang dinamakan <strong>EcoDriving</strong> yang bertujuan menghemat penggunaan bahan bakar.</p>
<p style="text-align: justify"><strong><em>Apakah EcoDriving itu?</em></strong></p>
<p style="text-align: justify">EcoDriving artinya cara cerdas dalam mengemudi dan lebih hemat dalam menggunakan bahan bakar. EcoDriving mewakili budaya mengemudi baru yang memaksimalkan penggunaan teknologi kendaraan canggih, serta meningkatkan keselamatan di jalan raya. Selain itu juga merupakan sebuah komponen penting dari mobilitas, memberikan kontribusi  untuk perlindungan iklim dan pengurangan polusi.</p>
<p style="text-align: justify"><em><strong>Apa keuntungannya bila saya menerapkan cara EcoDriving ini?</strong></em></p>
<p style="text-align: justify">Keselamatan</p>
<ul>
<li>Meningkatkan keselamatan di jalan</li>
<li>Meningkatkan keterampilan mengemudi</li>
</ul>
<p>Lingkungan</p>
<ul>
<li>Mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2)</li>
<li>Mengurangi polusi udara lokal</li>
<li>Menurunkan kebisingan</li>
</ul>
<p>Keuangan</p>
<ul>
<li>Menghemat bahan bakar / uang hingga 5-15% dalam jangka panjang</li>
<li>Biaya pemeliharaan kendaraan yang lebih rendah</li>
<li>Menurunkan resiko kecelakaan</li>
</ul>
<p>Sosial</p>
<ul>
<li>Lebih bertanggung jawab ketika mengemudi</li>
<li>Mengurangi stres saat mengemudi</li>
<li>Meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang</li>
</ul>
<p><a href="http://blog.infolalulintas.com/2011/08/18/ecodriving-cara-menghemat-bbm/ecodrive/" rel="attachment wp-att-317"><img class="aligncenter size-full wp-image-317" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/08/ecodrive.jpg" alt="" width="408" height="272" /></a></p>
<p><em><strong>Lalu bagaimana caranya?</strong></em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify">1. Injak pedal gas dengan tekanan ringan, dan jangan lebih dari 1/3 bagian.</p>
<p style="text-align: justify">2. Pindah gigi di putaran mesin 2000 RPM</p>
<p style="text-align: justify">3. Sebisa mungkin gunakan engine brake (lepas gas) untuk deselarasi, hindari nge-rem mendadak karena rem hanya akan membakar BBM menjadi panas tanpa merubah jadi energi.</p>
<p style="text-align: justify">4. Putaran mesin paling ekonomis berada pada 2000 RPM &#8211; 2500 RPM (60-70 km/jam)</p>
<p style="text-align: justify">5. Jaga putaran mesin hingga tidak melebihi 3000 RPM (90 km/jam)</p>
<p style="text-align: justify">6. Ketika menemui jalan menurun, segera lepas pedal gas, mesin masih memiliki cukup tenaga dorong, ditambah dengan berat kendaraan</p>
<p style="text-align: justify">7. Antisipasi terhadap kemungkinan menanjak, nginjak gas jangan pas di dekat tanjakan, tapi agak jauh sebelumnya</p>
<p style="text-align: justify">8. Sebisa mungkin jangan belok terlalu tajam</p>
<p style="text-align: justify">9. Jangan bertindak agresif dan bersikaplah santai dalam mengemudi</p>
<p style="text-align: justify">10. Usahakan agar punya waktu cukup untuk mencapai tujuan agar tidak terburu-buru.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify">Semoga kesepuluh point diatas bisa dipraktekkan sekaligus mengirit pemakaian BBM kendaraanmu :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/08/18/ecodriving-cara-menghemat-bbm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#tips Cara Mention infoll (dialog, teks)</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/07/07/tips-cara-mention-infoll-dialog-teks/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/07/07/tips-cara-mention-infoll-dialog-teks/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2011 07:48:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jonathan Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[How To]]></category>
		<category><![CDATA[infoll.mobi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[A: Aduh macet ni dari sudirman ke thamrin!!! @infoll B: eh kalau seperti itu, si infoll ngga baca … A: ngga baca? kenapa? bukannya ada adminnya? B: ada adminnya, tapi adminnya juga ada kerjaan lain kaliii :)) A: lho … trus gimana cara ngelapor atau nanya? B: udah dibuat sistemnya, yang otomatis baca dan &#8220;retweet&#8221;, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><span style="color: #000000;"><strong>A:</strong> Aduh macet ni dari sudirman ke thamrin!!! @infoll</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> eh kalau seperti itu, si infoll ngga baca …</span></p>
<p><strong>A:</strong> ngga baca? kenapa? bukannya ada adminnya?</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> ada adminnya, tapi adminnya juga ada kerjaan lain kaliii :))</span></p>
<p><strong>A:</strong> lho … trus gimana cara ngelapor atau nanya?</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> udah dibuat sistemnya, yang otomatis baca dan &#8220;retweet&#8221;, kalau formatnya bener :)</span></p>
<p><strong>A:</strong> hm … bagaimana caranya?</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> pertama coba selalu pikir dari mana mau ke mana. contoh: dari sudirman mau ke thamrin.</span></p>
<p><strong>A:</strong> ok. dari mana ke mana. trus?</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> trus ganti menjadi dari-ke. contoh: sudirman-thamrin. trus tambahin kode kota di depannya, jadi: jkt-sudirman-thamrin</span></p>
<p><strong>A:</strong> ok, kodekota-dari-ke. jkt-sudirman-thamrin. trus?</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> lalu untuk kode keadaan, ingat ini: kalo 0, lancar. trus untuk ramai ke macet, inget tanda seru. makin banyak, makin stress.</span></p>
<p><strong>A:</strong> maksudnya gimana tuh? :))</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> ramai (30-60 km/jam): !, padat (5-30 km/jam): !!, dan macet (0-5 km/jam): !!!</span></p>
<p><strong>A:</strong> ooo … ramai 1 tanda seru, padat 2 tanda seru, macet 3 tanda seru. trus kalo nanya?</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> ya tanda tanya :)) satu aja ya :D</span></p>
<p><strong>A:</strong> :)) jadi klo untuk yang tadi bagaimana caranya?</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> tunggu … satu lagi: selalu ingat untuk nambahin tanda titik dua sebagai pemisah antara daerah/jalan dan keterangan keadaan.</span></p>
<p><strong>A:</strong> ooo … ok ok. jadi kalo seperti tadi, bagaimana? masi bingung nih.</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> kalau untuk contoh yang tadi (sudirman ke thamrin macet), jadinya seperti ini: jkt-sudirman-thamrin:!!!</span></p>
<p><strong>A:</strong> kalo lancar bagaimana?</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> kalo lancar: jkt-sudirman-thamrin:0</span></p>
<p><strong>A:</strong> trus kalau mau ada komentar bagaimana?</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> tambahin aja di belakang. ini contohnya: jkt-sudirman-thamrin:!!! ada mobil yang mogok di jalur cepat depan ratu plaza :(</span></p>
<p><strong>A:</strong> oooo … ok ok. coba ya: @infoll jkt &#8211; thamrin &#8211; sudirman!</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> ada yang perlu dikoreksi. jangan ada tanda spasi (kecuali nama daerah/jalan) dan jangan lupakan tanda titik dua.</span></p>
<p><strong>A:</strong> kalo gitu: jkt-thamrin-sudirman:!</p>
<p><span style="color: #333399;"><strong>B:</strong> iya, itu bener :) ingat aja, jangan ada spasi (kecuali dalam nama daerah/jalan) dan selalu ada titik dua sebelum kode keadaan.</span></p>
<p><strong>A:</strong> ok ok :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/07/07/tips-cara-mention-infoll-dialog-teks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Report &#8216;User&#8217; Facebook yang Tidak Sesuai</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/06/13/cara-report-user-facebook-yang-tidak-sesuai/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/06/13/cara-report-user-facebook-yang-tidak-sesuai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 04:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jonathan Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[How To]]></category>
		<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Merasa terganggu dengan user Facebook yang tidak pada tempatnya, seperti toko atau  organisasi di timeline facebook Anda? Bisa di-report lho :) Caranya: Buka profil &#8216;user&#8217; facebook tersebut. Lihat kiri bawah, ada tulisan &#8216;Report/block this person&#8217;. Klik. Akan muncul jendela baru. Pilih &#8216;This profile is pretending to be someone or is fake&#8217;. &#160; &#160; &#160; &#160; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Merasa terganggu dengan user Facebook yang tidak pada tempatnya, seperti toko atau  organisasi di timeline facebook Anda? Bisa di-report lho :)</p>
<p>Caranya:</p>
<ul>
<li>Buka profil &#8216;user&#8217; facebook tersebut.</li>
<li>Lihat kiri bawah, ada tulisan &#8216;Report/block this person&#8217;. Klik.</li>
<li>Akan muncul jendela baru. Pilih &#8216;This profile is pretending to be someone or is fake&#8217;.</li>
</ul>
<p><a rel="attachment wp-att-298" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/06/13/cara-report-user-facebook-yang-tidak-sesuai/screen-shot-2011-06-13-at-11-00-1/"><img class="alignleft size-full wp-image-298" title="Block" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/06/Screen-shot-2011-06-13-at-11.00-1.png" alt="" width="451" height="371" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Pilih alasan: &#8220;Represents a business or an organisation&#8217;</li>
<li>Lalu centang pilihan &#8216;Block &#8216;user&#8217; facebook tersebut</li>
<li>Klik Continue.</li>
</ul>
<p>Semoga timeline facebook Anda bisa lebih bersih ;)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/06/13/cara-report-user-facebook-yang-tidak-sesuai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengintip Kesiapan Mudik Lebaran</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/06/06/mengintip-kesiapan-mudik-lebaran/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/06/06/mengintip-kesiapan-mudik-lebaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Jun 2011 10:35:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari Firmansyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[infrastruktur]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Idul Fitri atau Lebaran memang masih tiga bulan lagi. Tetapi tidak ada salahnya bila kita mengintip sedikit kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan dalam menghadapi libur lebaran atau mudik. Mudik merupakan pekerjaan yang luar biasa, jutaan orang meninggalkan tempat mereka tinggal dan bekerja kembali ke kampung halamannya. Jutaan orang harus difasilitasi dengan baik agar perpindahan massal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Idul Fitri atau Lebaran memang masih tiga bulan lagi. Tetapi tidak ada salahnya bila kita mengintip sedikit kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan dalam menghadapi libur lebaran atau mudik. Mudik merupakan pekerjaan yang luar biasa, jutaan orang meninggalkan tempat mereka tinggal dan bekerja kembali ke kampung halamannya. Jutaan orang harus difasilitasi dengan baik agar perpindahan massal ini dapat berjalan lancar, maka infrastruktur pendukung harus siap dan dalam kondisi baik.</p>
<p>Meskipun Indonesia merupakan negara kepulauan, mudik menggunakan jalur darat tetap merupakan primadona. Ribuan kendaraan, bus, mobil maupun sepeda motor akan memadati jalan-jalan yang menghubungkan kota besar dengan kota kecil. Jutaan orang akan menggunakan jalan darat, menempuh ribuan kilometer pergi-pulang. Saya berkesempatan untuk mengintip kesiapan infrastruktur jalan yang mengubungkan Jakarta dan Jawa Tengah. Saya melewati jalur selatan untuk perjalanan dari Jakarta ke Jawa Tengah (Purwokerto) dan lewat Utara-Tengah dari Jawa Tengah (Purwokerto &#8211; Jakarta).</p>
<p>Perjalanan saya mulai hari Jum&#8217;at tengah hari dari Toll BSD &#8211; JORR yang kemudian dilanjutkan dengan Toll Jakarta-Cikampek. Relatif tidak ada hambatan berarti pada bagian ini, kemudian melewati toll Purbaleunyi. Total waktu tempuh saya pada bagian perjalanan ini adalah 2 jam. Keluar dari pintu tol cileunyi, perjalanan saya lanjutkan ke arah selatan Jawa Barat, yaitu Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Banjar.</p>
<p>Hambatan pertama saya temui di ruas Cicalengka menuju Nagreg yang sedang dilakukan betonisasi jalan di kedua arah. Jalan yang terdiri dari dua lajur, hanya bisa dilewati satu lajur yang belum dilapis dengan beton, sedang lajur kedua sudah dilapisi beton hanya saja belum dapat digunakan. Semoga dalam waktu tiga bulan mendatang, proyek betonisasi jalan ini dapat rampung dan tidak menambah kemacetan di ruas Cicalengka-Nagreg yang memang merupakan wilayah rawan kemacetan pada saat mudik lebaran. Selepas ruas Cicalengka-Nagreg, perjalanan relatif tidak menemui hambatan, jalan yang adapun masih terbilang mulus, kecuali disebagian kecil kota Ciamis yang sedikit berlubang. Hingga perbatasan Jawa Barat &#8211; Jawa Tengah, tidak ada ditemui adanya jalan yang mengalami kerusakan parah, semua dapat dilalui dengan baik.</p>
<p>Memasuki wilayah propinsi Jawa Tengah, ada perbedaan kondisi jalan yang sangat mencolok, dari jalan-jalan beraspal mulus berganti menjadi jalan penuh lubang, laju kendaraan pun berubah drastis, ditambah lagi dengan banyaknya truk bermuatan yang melebih kapasitas, membuat kerusakan makin bertambah parah dijalan ini. Mulai dari Wanareja &#8211; Majenang &#8211; Sidareja hingga Lumbir, lubang-lubang yang beberapa diantaranya cukup dalam menghiasi wilayah ini. Pengemudi diharapkan untuk berhati-hati terlebih bila mengendara dimalam hari. Terlihat dibeberapa ruas jalan sedang dilakukan perbaikan, namun mengingat panjangnya jalan yang rusak, sepertinya waktu yang ada tidak cukup untuk memperbaiki jalan yang rusak menjelang libur lebaran nanti.</p>
<p>Keesokan harinya saya meninggalkan Jawa Tengah menuju Jakarta. Mengingat kondisi lintas selatan yang cukup parah kondisinya, saya memutuskan untuk menuju utara. Dari Purwokerto melewati Ajibarang, Bumiayu, Prupuk, Brebes, Ketanggungan dilanjutkan dengan tol Pejagan &#8211; Kanci lalu Kanci &#8211; Palimanan. Saya memutuskan untuk keluar di Ciperna untuk melanjutkan perjalanan mendaki kaki gunung Ciremai menuju Kuningan, Majalengka, Sumedang, Cikamurang lalu Sadang dan dilanjutkan dengan toll Cikampek menuju Jakarta.</p>
<p>Saya meninggalkan Purwokerto selepas makan siang, sepanjang Purwokerto hingga Bumiayu jalan cukup baik, meskipun ada kerusakan dibeberapa titik, terutama jembatan, tetapi masih bisa dilalui dengan kecepatan sedang. Yang patut diwaspadai adalah adanya pasar tumpah ketika lebaran nanti, yaitu pasar di Ajibarang dan Bumiayu. Ketika saya melintas, tampak bekas adanya jalan longsor yang sedang diperbaiki, jalan ini dapat dilalui oleh kendaraan kecil. Memasuki Brebes, awalnya kondisi jalan baik dan bisa dilalui dengan kecepatan tinggi, menjelang Ketanggungan, banyak jebakan siap menunggu setiap pengemudi yang kurang berhati-hati. Lubang cukup lebar dan dalam terdapat di banyak titik dan beberapa dalam perbaikan.</p>
<p>Yang patut digaris bawahi juga adalah buruknya konstruksi tol Pejagan &#8211; Kanci. Berkendara dijalan bebas hambatan ini melelahkan karena konstruksi dari beton yang tidak rata sehingga getaran cukup keras terasa. Selepas tol Pejagan &#8211; Kanci dilanjutkan dengan tol Palimanan &#8211; Kanci, di tol ini saya mengambil exit Ciperna ke arah Kuningan. Hingga exit ini, tol Palikanci cukup baik dan bisa dilalui dengan kecepatan tinggi. Begitu juga kondisi jalan di Cirebon mengarah ke Kuningan yang relatif baik meskipun mendaki. Saya sengaja menghindari jalur pantura Jawa Barat. Hal ini berdasarkan info yang beredar di mailing list otomotif yang saya  ikut menyebutkan kondisi jalur pantura cukup parah dengan adanya  perbaikan jalan dan jembatan dibeberapa titik. Info terakhir yang saya  terima berkaitan kondisi jalan di Pantura, Salatiga-Cikampek membutuhkan  waktu 12 jam lebih.</p>
<p>Jalur Kuningan-Majalengka-Sumedang relatif dalam kondisi baik meskipun menanjak dan berkelok. Untuk memperpendek jarak tempuh, saya mengambil jalur tengah Cikamurang-Subang-Sadang. Jalur ini sebagian besar dalam kondisi baik, titik yang biasanya rusak parah sudah dibeton sehingga bisa dilalui dengan lancar. Sementara sebagian lagi masih butuh perbaikan, namun tidak terlalu banyak.</p>
<p>Dengan kondisi lapangan yang ada, lebaran yang sudah didepan mata, merupakan pekerjaan yang cukup berat untuk kementrian pekerjaan umum, terutama direktorat bina marga dan kementrian perhubungan untuk memastikan bahwa ritual tahunan mudik lebaran dapat terselenggara dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/06/06/mengintip-kesiapan-mudik-lebaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gunakan Gadget Secara Bijak Ketika Berkendara</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/05/13/gunakan-gadget-secara-bijak-ketika-berkendara/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/05/13/gunakan-gadget-secara-bijak-ketika-berkendara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 May 2011 18:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Dita Firdiana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips and Tricks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai pengemudi di kota besar biasanya gadget menjadi benda yang tak asing lagi. Gadget setia menemani kita disaat terjebak kemacetan yang tak tahu ujung pangkalnya. Dengan kehadiran gadget, apapun bentuk dan merknya, saat-saat berkendara tidak lagi se bosan dulu. Dan karena gadget lah kita mudah mengetahui info-info disekitar kita, yang sebelumnya biasa kita peroleh melalui [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify"><a rel="attachment wp-att-277" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/05/13/gunakan-gadget-secara-bijak-ketika-berkendara/jangan-pake-hp-sambil-nyetir-gblk/"><img class="aligncenter size-full wp-image-277" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/05/jangan-pake-hp-sambil-nyetir-GBLK.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p style="text-align: justify">Sebagai pengemudi di kota besar biasanya gadget menjadi benda yang tak asing lagi. Gadget setia menemani kita disaat terjebak kemacetan yang tak tahu ujung pangkalnya. Dengan kehadiran gadget, apapun bentuk dan merknya, saat-saat berkendara tidak lagi se bosan dulu. Dan karena gadget lah kita mudah mengetahui info-info disekitar kita, yang sebelumnya biasa kita peroleh melalui radio saja. Contoh paling gampang, <a href="http://infolalulintas.com/">infolalulintas</a> yang selalu kalian akses untuk me &#8220;<strong>lapor</strong>&#8221; kondisi lalu lintas yang kalian lewati, atau untuk ber&#8221;<strong>tanya</strong>&#8221; kepadatan kendaraan di suatu wilayah jalanan yang hendak kita lewati, tentunya di akses melalui gadget.</p>
<p style="text-align: justify">Menggunakan gadget tentu banyak manfaatnya, seperti mengusir kebosanan saat macet, mencegah datangnya kantuk ketika menyetir atau sekedar memperlancar komunikasi serta pekerjaan. Tapi, karena gadget pulalah, banyak sekali kecelakaan yang terjadi. Beberapa waktu yang lalu sempat heboh tilang karena penggunaan ponsel (gadget) saat berkendara, karena aktifitas tersebut dinilai melanggar pasal 283, UU No. 22 tahun 2009.</p>
<p style="text-align: justify">Peraturan yang berbunyi <em><strong>&#8220;Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).&#8221;</strong></em>, sebenarnya sudah efektif sejak tahun lalu.</p>
<p style="text-align: justify">Tetapi tentunya seperti yang kita ketahui bersama, hingga saat ini pengendara yang menggunakan HP saat mengemudi masih saja ditemui. Agar kita semua dapat mematuhi aturan tersebut demi keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, maka ada beberapa tips agar bisa terhindar dari pasal tersebut.</p>
<p style="text-align: justify">1. Gunakan gadget ketika kendaraan berhenti pada saat lampu lalu lintas berwarna merah.<br />
2. Gunakan gadget pada saat kendaran berhenti karena macet.<br />
3. Bila sangat terpaksa untuk mengirim sesuatu melalu gadget, tidak ada salahnya untuk menepi sejenak.<br />
4. Bila terpaksa untuk mengangkat panggilan telepon atau melakukan panggilan, gunakan handfree atau bluetooth headset.<br />
5. Bila anda mengendarai motor, hati-hati dalam menggunakan gadget, karena menggundang terjadinya penjambretan.<br />
6. Bila anda mengendarai mobil, pastikan seluruh pintu mobil anda terkunci ketika sedang menggunakan gadget, karena hal tersebut juga mengundang terjadinya perampokan.<br />
7. Bila memang tidak terlalu perlu, jangan gunakan gadget, utamakan keselamatan</p>
<p style="text-align: justify">Least but not least, always remember to drive and text safely!</p>
<p style="text-align: justify">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p style="text-align: justify">Image courtesy: <em>Ronylantip (<a href="http://www.bloggerngalam.com/">bloggerngalam</a>)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/05/13/gunakan-gadget-secara-bijak-ketika-berkendara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Upgrade Server</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/05/08/upgrade-server/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/05/08/upgrade-server/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 16:34:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bellamy Budiman</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[infolalulintas.com]]></category>
		<category><![CDATA[infoll.mobi]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>
		<category><![CDATA[upgrade]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Kami baru saja melakukan peningkatan server beberapa menit yang lalu. Ini kami lakukan untuk menanggulangi masalah dengan akses ke infoll.mobi dan antrian tweet yang macet sejak dua hari lalu. Karena pertumbuhan jumlah pengguna infolalulintas.com cukup pesat, otomatis sumber daya yang diperlukan untuk layanan kami pun semakin besar. Hal inilah yang membuat sekian banyak antrian laporan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kami baru saja melakukan peningkatan server beberapa menit yang lalu. Ini kami lakukan untuk menanggulangi masalah dengan akses ke infoll.mobi dan antrian tweet yang macet sejak dua hari lalu.</p>
<p>Karena pertumbuhan jumlah pengguna infolalulintas.com cukup pesat, otomatis sumber daya yang diperlukan untuk layanan kami pun semakin besar. Hal inilah yang membuat sekian banyak antrian laporan yang macet keluar secara bersamaan malam tadi, ditambah juga dengan masalah akses ke datacenter kami yang terjadi sejak hari Kamis kemarin.</p>
<p>Dengan ditambahnya kapasitas server kami, kami berharap hal ini tidak terulang lagi. Untuk semua ketidaknyamanan yang terjadi, terutama di linimasa Twitter, infolalulintas.com mohon maaf.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/05/08/upgrade-server/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenal Istilah-istilah dalam Kecelakaan Lalu Lintas</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/04/29/mengenal-istilah-istilah-dalam-kecelakaan-lalu-lintas/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/04/29/mengenal-istilah-istilah-dalam-kecelakaan-lalu-lintas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Apr 2011 05:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ayo Sehat!</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[Others]]></category>
		<category><![CDATA[ayosehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin ada sering melihat atau bahkan terkadang mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas yang seperti apa? Dalam tulisan kami yang bertama di blog info lalu lintas ini, kami akan mengajak anda untuk mengenal lebih dekat istilah-istilah dalam kecelakaan lalu lintas. Selamat membaca dan semoga bermanfaat :) Pada suatu kecelakaan lalu lintas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ada sering melihat atau bahkan terkadang mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas yang seperti apa? Dalam tulisan kami yang bertama di blog info lalu lintas ini, kami akan mengajak anda untuk mengenal lebih dekat istilah-istilah dalam kecelakaan lalu lintas. Selamat membaca dan semoga bermanfaat :)</p>
<p>Pada suatu kecelakaan lalu lintas (KLL) penderita yang berada dalam mobil akan mengalami beberapa “<em>collision</em>” (benturan); di antaranya:</p>
<p><em><span style="text-decoration: underline">a. Primary collision</span></em></p>
<p>Terjadi pada saat mobil menabrak. Tabrakan dapat terjadi dengan cara:</p>
<ul>
<li>Frontal (dari depan)</li>
<li>Samping (<em>T-Bone</em>)</li>
<li>Dari belakang</li>
<li>Terbalik (<em>roll over</em>)</li>
</ul>
<p>Pada keadaan primary collision, baru mobil yang menabrak, sedangkan penderita masih berada dalam posisi saat sebelum terjadi <em>collision</em>.</p>
<p><em><span style="text-decoration: underline">b. Secondary collision</span></em></p>
<p>Penderita menabrak bagian dalam mobil (atau sabuk pengaman). Tergantung dari arah tabrakan (frontal, samping, belakang atau terbalik), perlukaan akan terjadi pada tubuh penderita yang langsung terbentur.</p>
<p><em><span style="text-decoration: underline">c. Tertiary collision</span></em></p>
<p>Organ tubuh penderita yang berada dalam rongga tubuh akan melaju ke arah depan (pada tabrakan frontal) dan mungkin akan mengalami perlukaan langsung ataupun terlepas (robek) dari alat pengikatnya dalam rongga tubuh tersebut.</p>
<p><em><span style="text-decoration: underline">d. Subsidiary collision</span></em></p>
<p>Tergantung dari isi mobil, mungkin penumpang di belakang terpental ke depan, atau barang di belakang yang terpental ke depan sehingga menghantam penumpang yang duduk di depannya.</p>
<p>Pada suatu benturan frontal dengan keadaan <span style="text-decoration: underline">tanpa sabuk pengaman</span> akan ada beberapa fase:</p>
<ul>
<li>Fase 1: bagian bawah penderita tergeser ke depan, biasanya lutut menghantam dashboard.</li>
<li>Fase 2: bagian atas penderita turut tergeser ke depan. Pada fase ini dada dan/ atau perut akan menghantam setir; waspadai kemungkinan perlukaan dada atau perut.</li>
<li>Fase 3: tubuh penderita akan naik, lalu kepala menghantam jendela atau tepi jendela. Anda harus berhati-hati terhadap kemungkinan patah tulang leher.</li>
<li>Fase 4: penderita terpental kembali ke tempat duduk. Pada fase ini anda harus berhati-hati terhadap kemungkinan patah tulang leher. Pada fase ini kemungkinan yang lebih fatal adalah bila terpental keluar jendela.</li>
</ul>
<p>Pada tumbukan dari belakang maka yang terjadi adalah kebalikannya, yaitu kepala terdorong ke belakang. Inilah fungsi <em>headrest</em> (sandaran kepala) yang berfungsi menghindari keadaan “<em>whiplash</em>” <em>injury</em> (kepala terdorong ke depan lalu terdorong ke belakang tanpa tersangga oleh <em>headrest</em> sehingga memungkinkan untuk terjadinya patah tulang leher.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>DAFTAR PUSTAKA</em></p>
<li><em>Skinner, David et all, ABC Of  Major Trauma, British Medical Journal Publishing Group, London: 1996</em></li>
<li><em> </em><em>Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118, Basic Trauma Cardiac Life Support, Jakarta: 2000</em></li>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/04/29/mengenal-istilah-istilah-dalam-kecelakaan-lalu-lintas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalur Alternatif Casablanca</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/04/12/jalur-alternatif-casablanca/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/04/12/jalur-alternatif-casablanca/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Apr 2011 03:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jonathan Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[Articles]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Bagi anda yang tinggal di Jakarta, mulai hari Selasa (12/04) hingga tiga bulan mendatang, sepanjang 70 meter ruas jalan dari arah jalan Sudirman menuju jalan Dr Satrio akan ditutup selama proses penaikan tiang pancang proyek pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang. Dinas Pekerjaan Umum DKI telah menyiapkan 8 jalan alternatif untuk menghindari kawasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi anda yang tinggal di Jakarta, mulai hari Selasa (12/04) hingga tiga bulan mendatang, sepanjang 70 meter ruas jalan dari arah jalan Sudirman menuju jalan Dr Satrio akan ditutup selama proses penaikan tiang pancang proyek pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang. Dinas Pekerjaan Umum DKI telah menyiapkan 8 jalan alternatif untuk menghindari kawasan tersebut. Jalan alternatif yang bisa dipilih selama penutupan jalan:</p>
<ol>
<li>Jl. Merdeka Barat &#8211; Bundaran Air Mancur &#8211; TL Kebon Sirih belok kiri &#8211; Jl. Kebon Sirih &#8211; Tugu Tani &#8211; Jl. Menteng Raya &#8211; Taman Suropati &#8211; Jl. Imam Bonjol &#8211; Jl. H. R. Rasuna Said.</li>
<li>Jl. Merdeka Barat &#8211; Bundaran Air Mancur &#8211; Jl. M. H. Thamrin &#8211; TL Sarinah belok kiri &#8211; Jl. Wahid Hasyim &#8211; TL Cemara belok kanan &#8211; TL Yusuf Adiwinata &#8211; TL Cokroaminoto &#8211; Jl. H. R. Rasuna Said.</li>
<li>Jl. Merdeka Barat &#8211; Bundaran Air Mancur &#8211; Jl. M. H. Thamrin &#8211; Bundaran HI &#8211; Jl. Imam Bonjol &#8211; Taman Suropati &#8211; Jl. H. R. Rasuna Said.</li>
<li>Jl. Merdeka Barat &#8211; Bundaran Air Mancur &#8211; Jl. M. H. Thamrin &#8211; Bundaran HI &#8211; Jl. Jend Sudirman &#8211; Jl. Blora &#8211; Jl. Latuhahari &#8211; Jl. Cimahi &#8211; Jl. Cianjur &#8211; Jl. Rasuna Said &#8211; Jl. DR. Satrio.</li>
<li>Jl. Merdeka Barat &#8211; Bundaran Air Mancur &#8211; Jl. M. H. Thamrin &#8211; Bundaran HI &#8211; Jl. Jend Sudirman &#8211; Dukuh Atas belok kiri &#8211; depan Hotel Shangrila &#8211; TL Karet belok kiri &#8211; Fly Over Sudirman &#8211; Jl. DR. Satrio.</li>
<li>Jl. M. H. Thamrin &#8211; Jl. Jend Sudirman &#8211; Semanggi (memutar) &#8211; Jl. Jend Sudirman (arah utara) &#8211; Benhil &#8211; Gedung Dharmala belok kiri &#8211; memutar samping Hotel Le Meredian &#8211; Fly Over Sudirman &#8211; Jl. DR. Satrio.</li>
<li>Jl. Merdeka Barat &#8211; Bundaran Air Mancur &#8211; Jl. Budi Kemuliaan &#8211; Jl. Abdul Muis &#8211; Jl. KH Mas Mansyur &#8211; Fly Over Sudirman &#8211; Jl. DR. Satrio.</li>
<li>Jl. M. H. Thamrin Bundaran HI &#8211; Jl. Jend Sudirman &#8211; Dukuh Atas belok kiri &#8211; Jl. Setia budi tengah &#8211; Jl. Galunggung memutar &#8211; Jl. Halimun &#8211; Jl. H. R. Rasuna Said.</li>
</ol>
<p><em>(KF-Koran Warga/v/detik)</em></p>
<p><em>(dari berbagai sumber)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/04/12/jalur-alternatif-casablanca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Menggunakan New Retweet</title>
		<link>http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/</link>
		<comments>http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Apr 2011 11:47:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jonathan Nasution</dc:creator>
				<category><![CDATA[How To]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.infolalulintas.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Tweep, harap biasakan untuk me-retweet dengan New Retweet. Mengapa menggunakan New Retweet? Karena untuk Anda sendiri, bila menggunakan New Retweet, Anda tidak perlu melihat tweet yang sama berulang-ulang di timeline Anda, sehingga lebih bersih timeline-nya. Selain itu, untuk teman yang tweet-nya Anda retweet, tidak ada mention tambahan (yang tidak perlu), sehingga kolom mention mereka lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tweep,</p>
<p>harap biasakan untuk me-retweet dengan New Retweet. Mengapa menggunakan New Retweet? Karena untuk Anda sendiri, bila menggunakan New Retweet, Anda tidak perlu melihat tweet yang sama berulang-ulang di timeline Anda, sehingga lebih bersih timeline-nya. Selain itu, untuk teman yang tweet-nya Anda retweet, tidak ada mention tambahan (yang tidak perlu), sehingga kolom mention mereka lebih bersih.</p>
<p>Bagaimana cara menggunakan New Retweet? Ini contohnya:</p>
<p>Tweet dari @yfrik (yang di-highlight) akan di-retweet.</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-224" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_27_25-jpg/"><img class="size-full wp-image-224 aligncenter" title="Tweet yang akan di-retweet" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_27_25.jpg.jpeg" alt="" width="480" height="360" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pilih Retweet.</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-227" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_27_34-jpg/"><img class="size-full wp-image-227 aligncenter" title="Select Retweet" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_27_34.jpg.jpeg" alt="" width="480" height="360" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketika dipilih Retweet, akan terlihat bahwa sedang diproses.</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-228" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_27_40-jpg/"><img class="aligncenter size-full wp-image-228" title="Processing Retweet" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_27_40.jpg.jpeg" alt="" width="480" height="360" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu akan ada pemberitahuan bahwa Retweet sukses dilakukan.</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-229" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_28_20-jpg/"><img class="size-full wp-image-229 aligncenter" title="Retweet Successful" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_28_20.jpg.jpeg" alt="" width="480" height="360" /></a></p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">Tapi, ketika di-cek di timeline, kenapa tidak keluar retweetan-nya? Jangan takut! Coba buka profile sendiri.</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-232" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_29_22x/"><img class="aligncenter size-full wp-image-232" title="Buka Profil" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_29_22X.png" alt="" width="481" height="361" /></a></p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">Pilih Tweets.</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-233" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_29_48x/"><img class="aligncenter size-full wp-image-233" title="Pilih Tweet" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_29_48X.png" alt="" width="480" height="360" /></a></p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">Akan terlihat tweet yang di-retweet di list tweet Anda (lihat ada tanda Retweet berwarna hijau)</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-234" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_30_26x/"><img class="size-full wp-image-234 aligncenter" title="Tanda Retweet di Tweet di US" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_30_26X.png" alt="" width="480" height="360" /></a><a rel="attachment wp-att-237" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_32_47-jpg/"><img class="aligncenter size-full wp-image-237" title="Tulisan RT di tweet di US" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_32_47.jpg.jpeg" alt="" width="480" height="360" /></a></p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">Di aplikasi Twitter yang lain (seperti Twitter for Blackberry), lebih terlihat bahwa Anda me-retweet tweet teman Anda:</p>
<p style="text-align: left;">Avatar yang terlihat di timeline adalah avatar asli yang Anda retweet :D</p>
<p style="text-align: center;"><a rel="attachment wp-att-235" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_31_32x/"><img class="aligncenter size-full wp-image-235" title="Tulisan Retweeted di timeline di TfB" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_31_32X.png" alt="" width="480" height="360" /></a><a rel="attachment wp-att-236" href="http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/capture15_31_38x/"><img class="aligncenter size-full wp-image-236" title="Tulisan Retweeted di tweet di TfB" src="http://blog.infolalulintas.com/wp-content/uploads/2011/04/Capture15_31_38X.png" alt="" width="480" height="360" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.infolalulintas.com/2011/04/03/cara-menggunakan-new-retweet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

