Blog


Mengenal Istilah-istilah dalam Kecelakaan Lalu Lintas

Mungkin ada sering melihat atau bahkan terkadang mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas yang seperti apa? Dalam tulisan kami yang bertama di blog info lalu lintas ini, kami akan mengajak anda untuk mengenal lebih dekat istilah-istilah dalam kecelakaan lalu lintas. Selamat membaca dan semoga bermanfaat :)

Pada suatu kecelakaan lalu lintas (KLL) penderita yang berada dalam mobil akan mengalami beberapa “collision” (benturan); di antaranya:

a. Primary collision

Terjadi pada saat mobil menabrak. Tabrakan dapat terjadi dengan cara:

  • Frontal (dari depan)
  • Samping (T-Bone)
  • Dari belakang
  • Terbalik (roll over)

Pada keadaan primary collision, baru mobil yang menabrak, sedangkan penderita masih berada dalam posisi saat sebelum terjadi collision.

b. Secondary collision

Penderita menabrak bagian dalam mobil (atau sabuk pengaman). Tergantung dari arah tabrakan (frontal, samping, belakang atau terbalik), perlukaan akan terjadi pada tubuh penderita yang langsung terbentur.

c. Tertiary collision

Organ tubuh penderita yang berada dalam rongga tubuh akan melaju ke arah depan (pada tabrakan frontal) dan mungkin akan mengalami perlukaan langsung ataupun terlepas (robek) dari alat pengikatnya dalam rongga tubuh tersebut.

d. Subsidiary collision

Tergantung dari isi mobil, mungkin penumpang di belakang terpental ke depan, atau barang di belakang yang terpental ke depan sehingga menghantam penumpang yang duduk di depannya.

Pada suatu benturan frontal dengan keadaan tanpa sabuk pengaman akan ada beberapa fase:

  • Fase 1: bagian bawah penderita tergeser ke depan, biasanya lutut menghantam dashboard.
  • Fase 2: bagian atas penderita turut tergeser ke depan. Pada fase ini dada dan/ atau perut akan menghantam setir; waspadai kemungkinan perlukaan dada atau perut.
  • Fase 3: tubuh penderita akan naik, lalu kepala menghantam jendela atau tepi jendela. Anda harus berhati-hati terhadap kemungkinan patah tulang leher.
  • Fase 4: penderita terpental kembali ke tempat duduk. Pada fase ini anda harus berhati-hati terhadap kemungkinan patah tulang leher. Pada fase ini kemungkinan yang lebih fatal adalah bila terpental keluar jendela.

Pada tumbukan dari belakang maka yang terjadi adalah kebalikannya, yaitu kepala terdorong ke belakang. Inilah fungsi headrest (sandaran kepala) yang berfungsi menghindari keadaan “whiplashinjury (kepala terdorong ke depan lalu terdorong ke belakang tanpa tersangga oleh headrest sehingga memungkinkan untuk terjadinya patah tulang leher.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Skinner, David et all, ABC Of  Major Trauma, British Medical Journal Publishing Group, London: 1996
  • Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118, Basic Trauma Cardiac Life Support, Jakarta: 2000
  •  

    About the Author:

    Ayo Sehat!

    AYOSEHAT berdiri pada tanggal 22 November 2009, merupakan suatu bentuk media informasi kesehatan yang tidak bersifat memaksa namun mengajak pembacanya untuk mengubah pola hidup yang tidak sehat menjadi lebih sehat dari sebelumnya. Saat ini AYOSEHAT terdapat dalam 2 bentuk jejaring sosial (Twitter dan Tumblr) dan dijalankan setiap harinya oleh 1 mahasiswa kedokteran, 1 dokter muda, 2 dokter umum dan 1 dokter PPDS anestesi.

    Follow on TwitterVisit website

    Leave a Reply

    * Required fields

    Always remember to drive and text safely!

    Bad Behavior has blocked 72 access attempts in the last 7 days.