Blog

Archive for April, 2011

Mengenal Istilah-istilah dalam Kecelakaan Lalu Lintas

Mungkin ada sering melihat atau bahkan terkadang mengalami kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas yang seperti apa? Dalam tulisan kami yang bertama di blog info lalu lintas ini, kami akan mengajak anda untuk mengenal lebih dekat istilah-istilah dalam kecelakaan lalu lintas. Selamat membaca dan semoga bermanfaat :)

Pada suatu kecelakaan lalu lintas (KLL) penderita yang berada dalam mobil akan mengalami beberapa “collision” (benturan); di antaranya:

a. Primary collision

Terjadi pada saat mobil menabrak. Tabrakan dapat terjadi dengan cara:

  • Frontal (dari depan)
  • Samping (T-Bone)
  • Dari belakang
  • Terbalik (roll over)

Pada keadaan primary collision, baru mobil yang menabrak, sedangkan penderita masih berada dalam posisi saat sebelum terjadi collision.

b. Secondary collision

Penderita menabrak bagian dalam mobil (atau sabuk pengaman). Tergantung dari arah tabrakan (frontal, samping, belakang atau terbalik), perlukaan akan terjadi pada tubuh penderita yang langsung terbentur.

c. Tertiary collision

Organ tubuh penderita yang berada dalam rongga tubuh akan melaju ke arah depan (pada tabrakan frontal) dan mungkin akan mengalami perlukaan langsung ataupun terlepas (robek) dari alat pengikatnya dalam rongga tubuh tersebut.

d. Subsidiary collision

Tergantung dari isi mobil, mungkin penumpang di belakang terpental ke depan, atau barang di belakang yang terpental ke depan sehingga menghantam penumpang yang duduk di depannya.

Pada suatu benturan frontal dengan keadaan tanpa sabuk pengaman akan ada beberapa fase:

  • Fase 1: bagian bawah penderita tergeser ke depan, biasanya lutut menghantam dashboard.
  • Fase 2: bagian atas penderita turut tergeser ke depan. Pada fase ini dada dan/ atau perut akan menghantam setir; waspadai kemungkinan perlukaan dada atau perut.
  • Fase 3: tubuh penderita akan naik, lalu kepala menghantam jendela atau tepi jendela. Anda harus berhati-hati terhadap kemungkinan patah tulang leher.
  • Fase 4: penderita terpental kembali ke tempat duduk. Pada fase ini anda harus berhati-hati terhadap kemungkinan patah tulang leher. Pada fase ini kemungkinan yang lebih fatal adalah bila terpental keluar jendela.

Pada tumbukan dari belakang maka yang terjadi adalah kebalikannya, yaitu kepala terdorong ke belakang. Inilah fungsi headrest (sandaran kepala) yang berfungsi menghindari keadaan “whiplashinjury (kepala terdorong ke depan lalu terdorong ke belakang tanpa tersangga oleh headrest sehingga memungkinkan untuk terjadinya patah tulang leher.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Skinner, David et all, ABC Of  Major Trauma, British Medical Journal Publishing Group, London: 1996
  • Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118, Basic Trauma Cardiac Life Support, Jakarta: 2000
  •  

    Jalur Alternatif Casablanca

    Bagi anda yang tinggal di Jakarta, mulai hari Selasa (12/04) hingga tiga bulan mendatang, sepanjang 70 meter ruas jalan dari arah jalan Sudirman menuju jalan Dr Satrio akan ditutup selama proses penaikan tiang pancang proyek pembangunan jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang. Dinas Pekerjaan Umum DKI telah menyiapkan 8 jalan alternatif untuk menghindari kawasan tersebut. Jalan alternatif yang bisa dipilih selama penutupan jalan:

    1. Jl. Merdeka Barat – Bundaran Air Mancur – TL Kebon Sirih belok kiri – Jl. Kebon Sirih – Tugu Tani – Jl. Menteng Raya – Taman Suropati – Jl. Imam Bonjol – Jl. H. R. Rasuna Said.
    2. Jl. Merdeka Barat – Bundaran Air Mancur – Jl. M. H. Thamrin – TL Sarinah belok kiri – Jl. Wahid Hasyim – TL Cemara belok kanan – TL Yusuf Adiwinata – TL Cokroaminoto – Jl. H. R. Rasuna Said.
    3. Jl. Merdeka Barat – Bundaran Air Mancur – Jl. M. H. Thamrin – Bundaran HI – Jl. Imam Bonjol – Taman Suropati – Jl. H. R. Rasuna Said.
    4. Jl. Merdeka Barat – Bundaran Air Mancur – Jl. M. H. Thamrin – Bundaran HI – Jl. Jend Sudirman – Jl. Blora – Jl. Latuhahari – Jl. Cimahi – Jl. Cianjur – Jl. Rasuna Said – Jl. DR. Satrio.
    5. Jl. Merdeka Barat – Bundaran Air Mancur – Jl. M. H. Thamrin – Bundaran HI – Jl. Jend Sudirman – Dukuh Atas belok kiri – depan Hotel Shangrila – TL Karet belok kiri – Fly Over Sudirman – Jl. DR. Satrio.
    6. Jl. M. H. Thamrin – Jl. Jend Sudirman – Semanggi (memutar) – Jl. Jend Sudirman (arah utara) – Benhil – Gedung Dharmala belok kiri – memutar samping Hotel Le Meredian – Fly Over Sudirman – Jl. DR. Satrio.
    7. Jl. Merdeka Barat – Bundaran Air Mancur – Jl. Budi Kemuliaan – Jl. Abdul Muis – Jl. KH Mas Mansyur – Fly Over Sudirman – Jl. DR. Satrio.
    8. Jl. M. H. Thamrin Bundaran HI – Jl. Jend Sudirman – Dukuh Atas belok kiri – Jl. Setia budi tengah – Jl. Galunggung memutar – Jl. Halimun – Jl. H. R. Rasuna Said.

    (KF-Koran Warga/v/detik)

    (dari berbagai sumber)

    Cara Menggunakan New Retweet

    Tweep,

    harap biasakan untuk me-retweet dengan New Retweet. Mengapa menggunakan New Retweet? Karena untuk Anda sendiri, bila menggunakan New Retweet, Anda tidak perlu melihat tweet yang sama berulang-ulang di timeline Anda, sehingga lebih bersih timeline-nya. Selain itu, untuk teman yang tweet-nya Anda retweet, tidak ada mention tambahan (yang tidak perlu), sehingga kolom mention mereka lebih bersih.

    Bagaimana cara menggunakan New Retweet? Ini contohnya:

    Tweet dari @yfrik (yang di-highlight) akan di-retweet.

     

    Pilih Retweet.

     

    Ketika dipilih Retweet, akan terlihat bahwa sedang diproses.

     

    Lalu akan ada pemberitahuan bahwa Retweet sukses dilakukan.

     

    Tapi, ketika di-cek di timeline, kenapa tidak keluar retweetan-nya? Jangan takut! Coba buka profile sendiri.

     

    Pilih Tweets.

     

    Akan terlihat tweet yang di-retweet di list tweet Anda (lihat ada tanda Retweet berwarna hijau)

     

     

    Di aplikasi Twitter yang lain (seperti Twitter for Blackberry), lebih terlihat bahwa Anda me-retweet tweet teman Anda:

    Avatar yang terlihat di timeline adalah avatar asli yang Anda retweet :D

    Always remember to drive and text safely!

    Bad Behavior has blocked 72 access attempts in the last 7 days.