Blog

Penutupan dan Pengalihan Jalan sekitar KPU pada 22 Juli 2014

Kawasan sekitar kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jl Imam Bonjol, Jakpus, saat rapat pleno rekapitulasi hasil Pilpres akan disterilkan pada 22 Juli 2014. Pihak Kepolisian Daerah Metro Jaya akan melakukan barikade di sekitar kantor KPU dengan radius hingga sekitar 200 meter. Kantor KPU akan disterilisasi mulai H-1 rapat pleno.

“Akan ada penutupan arus di sekitar KPU pada tanggal 22 Juli nanti, seperti kendaraan dari arah Kuningan, Jl Imam Bonjol dan Jl Diponegoro yang akan mengarah ke KPU akan ditutup.”

Bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas di sekitar KPU, berikut rekayasa pengalihan arusnya:

  1. Arus lalu lintas yang datang dari Jl Cik Ditiro yang akan menuju Jl Moch Yamin maupun Jl Teuku Umar dialihkan ke kanan ke Jl Teuku Umar-Jl Cut Mutia dan seterusnya. Begitu juga dari arah sebaliknya, arus lalu lintas yang datang dari arah Cut Meutia mengarah ke Teuku Umar dialihkan ke kiri Jl Moch Yamin-Cikini dan seterusnya.
  2. Arus lalu lintas yang datang dari Jalan Diponegoro mengarah ke Taman Suropati dialihkan ke kanan ke Jl Cik Ditiro.
  3. Arus lalu lintas yang datang dari arah HR Rasuna Said yang mengarah ke Jl HOS Cokroaminoto diputarbalikan menuju Jl Latuharhary dan seterusnya.
  4. Arus lalu lintas yang datang dari arah Jl Jendral Sudirman yang menuju ke Jl Cimahi diluruskan ke arah Jl Latuharhary dan seterusnya
  5. Arus lalu lintas yang datang dari arah Jl Sutan Syahrir yang menuju ke Jl HOS Cokroaminoto maupun ke Jl Teuku Umar dialihkan ke Jl Sam Ratulangi maupun Jl Teuku Umar-Cikini dan seterusnya.
  6. Arus lalu lintas yang datang dari arah Jl MH Thamrin yang menuju ke Jl Imam Bonjol maupun Sumenep diluruskan menuju ke Jl Jenderal Sudirman maupun Jl Blora dan seterusnya.

Pentingnya Belajar Antri

Seorang guru di Australia pernah berkata:

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika. Kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”
Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu? (Yang terjadi di negara kita justru sebaliknya.)

Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG dan BAGI. Sebagian dari mereka menjadi penari, atlet olimpiade, penyanyi, musisi, pelukis dsb.

Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara semua murid pasti akan membutuhkan etika moral dan pelajaran berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

“Memang ada pelajaran berharga apa di balik MENGANTRI?”

Banyak sekali pelajaran berharganya:

  • Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
  • Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
  • Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting.
  • Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
  • Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri).
  • Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
  • Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
  • Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
  • Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
  • Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
  • Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
  • Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.

Dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

(sumber: dari repath [maaf, tidak diketahui sumber aslinya])

Rambu Lalu Lintas & Marka Jalan

Mungkin banyak diantara kita yang merasa bisa mengendarai kendaraan bermotor dengan baik, entah beroda dua, tiga atau lebih. Tapi sesungguhnya berapa dari seluruh pengemudi kendaraan bermotor yang punya SIM yang mendapatkannya melalui jalur yang benar? Bukannya hendak menuduh, tapi pasti lebih dari 50% yang punya SIM mendapatkannya melalui jalur cepat atau lewat Calo.

Well, sebenarnya pengenalan mengenai Rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan ini sudah diberikan ketika kita SMP, setidaknya ketika saya SMP saya sempat mendapatkannya. Untuk sekedar menyegarkan ingatan kita, berikut Rambu Lalu Lintas dan Marka Jalan yang seharusnya kita ketahui dan ingat dengan baik bentuk dan artinya, semua itu toh untuk kebaikan dan ketertiban kita sendiri ketika berkendara di jalan raya, selain itu agar terhindar dari Tilang yang tidak perlu :p

——–

Image courtesy: TMC Polda Metro

EcoDriving Cara Menghemat BBM

Harga BBM terus melambung ke langit, sedangkan Jalanan tambah macet, dan kendaraan makin boros. Sebenarnya ada suatu cara yang dinamakan EcoDriving yang bertujuan menghemat penggunaan bahan bakar.

Apakah EcoDriving itu?

EcoDriving artinya cara cerdas dalam mengemudi dan lebih hemat dalam menggunakan bahan bakar. EcoDriving mewakili budaya mengemudi baru yang memaksimalkan penggunaan teknologi kendaraan canggih, serta meningkatkan keselamatan di jalan raya. Selain itu juga merupakan sebuah komponen penting dari mobilitas, memberikan kontribusi  untuk perlindungan iklim dan pengurangan polusi.

Apa keuntungannya bila saya menerapkan cara EcoDriving ini?

Keselamatan

  • Meningkatkan keselamatan di jalan
  • Meningkatkan keterampilan mengemudi

Lingkungan

  • Mengurangi emisi gas rumah kaca (CO2)
  • Mengurangi polusi udara lokal
  • Menurunkan kebisingan

Keuangan

  • Menghemat bahan bakar / uang hingga 5-15% dalam jangka panjang
  • Biaya pemeliharaan kendaraan yang lebih rendah
  • Menurunkan resiko kecelakaan

Sosial

  • Lebih bertanggung jawab ketika mengemudi
  • Mengurangi stres saat mengemudi
  • Meningkatkan kenyamanan bagi pengemudi dan penumpang

Lalu bagaimana caranya?

1. Injak pedal gas dengan tekanan ringan, dan jangan lebih dari 1/3 bagian.

2. Pindah gigi di putaran mesin 2000 RPM

3. Sebisa mungkin gunakan engine brake (lepas gas) untuk deselarasi, hindari nge-rem mendadak karena rem hanya akan membakar BBM menjadi panas tanpa merubah jadi energi.

4. Putaran mesin paling ekonomis berada pada 2000 RPM – 2500 RPM (60-70 km/jam)

5. Jaga putaran mesin hingga tidak melebihi 3000 RPM (90 km/jam)

6. Ketika menemui jalan menurun, segera lepas pedal gas, mesin masih memiliki cukup tenaga dorong, ditambah dengan berat kendaraan

7. Antisipasi terhadap kemungkinan menanjak, nginjak gas jangan pas di dekat tanjakan, tapi agak jauh sebelumnya

8. Sebisa mungkin jangan belok terlalu tajam

9. Jangan bertindak agresif dan bersikaplah santai dalam mengemudi

10. Usahakan agar punya waktu cukup untuk mencapai tujuan agar tidak terburu-buru.

Semoga kesepuluh point diatas bisa dipraktekkan sekaligus mengirit pemakaian BBM kendaraanmu :)

#tips Cara Mention infoll (dialog, teks)

A: Aduh macet ni dari sudirman ke thamrin!!! @infoll

B: eh kalau seperti itu, si infoll ngga baca …

A: ngga baca? kenapa? bukannya ada adminnya?

B: ada adminnya, tapi adminnya juga ada kerjaan lain kaliii :))

A: lho … trus gimana cara ngelapor atau nanya?

B: udah dibuat sistemnya, yang otomatis baca dan “retweet”, kalau formatnya bener :)

A: hm … bagaimana caranya?

B: pertama coba selalu pikir dari mana mau ke mana. contoh: dari sudirman mau ke thamrin.

A: ok. dari mana ke mana. trus?

B: trus ganti menjadi dari-ke. contoh: sudirman-thamrin. trus tambahin kode kota di depannya, jadi: jkt-sudirman-thamrin

A: ok, kodekota-dari-ke. jkt-sudirman-thamrin. trus?

B: lalu untuk kode keadaan, ingat ini: kalo 0, lancar. trus untuk ramai ke macet, inget tanda seru. makin banyak, makin stress.

A: maksudnya gimana tuh? :))

B: ramai (30-60 km/jam): !, padat (5-30 km/jam): !!, dan macet (0-5 km/jam): !!!

A: ooo … ramai 1 tanda seru, padat 2 tanda seru, macet 3 tanda seru. trus kalo nanya?

B: ya tanda tanya :)) satu aja ya :D

A: :)) jadi klo untuk yang tadi bagaimana caranya?

B: tunggu … satu lagi: selalu ingat untuk nambahin tanda titik dua sebagai pemisah antara daerah/jalan dan keterangan keadaan.

A: ooo … ok ok. jadi kalo seperti tadi, bagaimana? masi bingung nih.

B: kalau untuk contoh yang tadi (sudirman ke thamrin macet), jadinya seperti ini: jkt-sudirman-thamrin:!!!

A: kalo lancar bagaimana?

B: kalo lancar: jkt-sudirman-thamrin:0

A: trus kalau mau ada komentar bagaimana?

B: tambahin aja di belakang. ini contohnya: jkt-sudirman-thamrin:!!! ada mobil yang mogok di jalur cepat depan ratu plaza :(

A: oooo … ok ok. coba ya: @infoll jkt – thamrin – sudirman!

B: ada yang perlu dikoreksi. jangan ada tanda spasi (kecuali nama daerah/jalan) dan jangan lupakan tanda titik dua.

A: kalo gitu: jkt-thamrin-sudirman:!

B: iya, itu bener :) ingat aja, jangan ada spasi (kecuali dalam nama daerah/jalan) dan selalu ada titik dua sebelum kode keadaan.

A: ok ok :D

Always remember to drive and text safely!